Pentingnya Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Masyarakat, Bangsa, Negara, dan Agama

Pemuda merupakan salah satu elemen penting bagi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Sepanjang sejarah bangsa-bangsa besar di dunia tak lepas dari peran pemuda dari bangsa tersebut. Begitu juga dengan yang terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia. Jika bukan karena peran pemuda, bangsa Indonesia juga tidak akan bisa mengalami Kesadaran dan Kebangkitan Nasional Indonesia. Peran pemuda dalam sejarah kebangkitan nasional sebagai pelopornya terbukti mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang sedang berada dalam penyiksaan dan penderitaan akibat adanya imperialisme dari bangsa Barat. Tanpa pemuda, rakyat akan semakin tenggelam dalam keterpurukan dan penjajahan bangsa asing yang berusaha merebut kebebasan dan kemerdekaan bangsa Indonesia di tanah airnya sendiri.

Saat itu rakyat Indonesia benar-benar dalam keadaan tak berdaya di bawah penjajahan bangsa Barat, kemudian sebuah kebangkitan yang revolusioner yang diprakarsai oleh pemuda mulai membuka mata rakyat Indonesia yang mengalami pembodohan akibat adanya imperialisme menjadi sadar dan mau melawan para penjajah yang telah merebut kebebasan dalam berdagang dan berwirausaha, merebut pasar wilayah berdagang mereka sebagai sumber kehidupan mereka dan merebut tanah mereka. Para pemuda mempelopori dan menyuarakan aspirasi rakyat yang selama ini terpendam dan tidak berani melawan imperialisme. Mereka berani menentang kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kolonial yang dinilai menyengsarakan rakyat  seperti Tanam Paksa yang membawa kerugian besar bagi rakyat Indonesia, karena mereka tidak hanya kehilangan ladang sumber kehidupan mereka, tetapi juga waktu dan tenaga yang harus mereka korbankan untuk memenuhi kebutuhan penjajah. Para pemuda juga memimpin adanya perlawanan dan pemberontakan seperti yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro dan R.A. Kartini yang saat itu berusia relatif muda. Mereka tidak hanya memperjuangkan nasib kehidupan dan perekonomian rakyat saja, tapi juga memperjuangkan masalah agama, pendidikan, keamanan, politik dan masalah sosial. Pemuda juga menuntut adanya pemerintahan sendiri dan berdaulat bagi bangsa Indonesia dan mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Tanpa pemuda, bangsa Indonesia tidak akan bisa menjadi seperti bangsa Indonesia yang ada saat ini.

Para pemuda juga berperan aktif dalam upaya memperjuangkan mewujudkan Indonesia Merdeka. Pemuda juga menjadi pendukung para pemimpin terdepan bangsa Indonesia saat itu (1945) demi terwujudnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Terbukti dengan adanya desakan dai para pemuda untuk segera melaksanakan proklamasi tersebut tanpa menunggu pemberian kemerdekaan oleh Jepang. Sampai akhirnya tercapailah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Selain itu, pemuda juga berperan dalam berakhirnya masa Orde Baru dan rezim Presiden Soeharto pada tahun 1998. Para pemuda khususnya dari kalangan mahasiswa dan kaum intelektual bersama-sama menyatukan dan menyamakan persepsi dan visi mereka agar bangsa Indonesia terlepas dari rezim kekuasaan Presiden Soeharto yang banyak merugikan rakyat, bangsa dan negara. Semua kalangan pemuda dan mahasiswa, baik dalam organisasi maupun non organisasi bersama-sama menuntut adanya kebebasan dari kekangan pemerintah dan menuntut mundurnya Presiden Soeharto dari jabatannya sebagai presiden selama 32 tahun itu. Soeharto dinilai menyengsarakan rakyat dan merugikan negara akibat adanya krisis moneter dan korupsi di kalangan pejabat pemerintahan. Akhirnya rezim soeharto berhasil digulingkan dan mundur dari presiden sebagai hasil dari aksi para mahasiswa yang menyuarakan aspirasi rakyat yang menginginkan adanya keadilan dan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat. Begitupun dengan peran pemuda di berbagai penjuru dunia yang menjadi pelopor tumbangnya pemerintah absolut yang menyengsarakan rakyat, seperti yang terjadi di Mesir beberapa waktu lalu, dan masih banyak negara-negara lainnya seperti di kawasan Eropa yaitu Jerman, Belanda, Italia dan Perancis.

Peran mahasiswa di mata masyarakat dinilai sebagai jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Selain itu, pemuda utamanya mahasiswadinilai masyarakat sebagai kaum inteektual, dimana mahasiswa sebagai kaum intelektual dituntut untuk kritis, idealis dan independen dalam menyikapi dan menilai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan mampu memperjuangkan kepentingan rakyat banyak di atas kepentingannya sendiri.

Pemuda dan mahasiswa mempunyai beberapa peran di antaranya sebagai Guardian Value (Penjaga Nilai) yang artinya mahasiswa dan pemuda diharapkan mampu menjadi control social dan penjaga nilai-nilai luhur yang telah menjadi identitas dan kepribadian diri bangsa Indonesia dengan kemampuan yang dimiliki. Pemuda dan mahasiswa juga berperan sebagai Iron Stock yang artinya pemuda dan mahasiswa menjadi generasi penerus bangsa dengan potensi ilmu, kreatifitas dan kepemimpinan sebagai asset di masa depan untuk menjalankan pemerintahan. Pemuda dan mahasiswa sebagai Agent of Change (Pembawa Perubahan) diharapkan mampu membawa perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

Mahasiswa dan pemuda juga berperan sebagai pengawas pemerintah dalam menjalankan roda kekuasaan pemerintahan. Mahasiswa dianggap sebagai kaum intelektual, karena tidak semua orang mampu untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, sebagai kaum intelektual, hanya mahasiswa yang mampu merasakan dan mengimplementasikan kepeduliannya secara langsung kepada masyarakat, karena belum dicampuri oleh kepentingan golongan manapun dan dianggap memiliki pemikiran yang lurus semata-mata demi kepentingan orang banyak. Mahasiswa harus mempersiapkan dirinya sebagai generasi penerus bangsa. Kritik mahasiswa kepada pemerintahan saat ini  harus mulai ditanamkan pada diri mahasiswa itu sendiri agar persoalan yang sama tidak terjadi lagi di masa depan, saat para mahasiswa duduk sebagai pemangku kebijakan negara. Mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar terhadap masyarakat, karena mahasiswa mampu mengenyam pendidikan tinggi juga karena adanya bantuan uang dari masyarakat yang membantu subsidi pendidikan dari pemerintah. Karena itu mahasiswa berhutang kepada masyarakat dan harus berupaya demi perbaikan negara agar terwujud kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara yang adil dan sejahtera.

 

“ Suatu bangsa tidak akan menjadi bangsa yang hebat tanpa peranan dan bantuan dari para pemuda dan bangsanya yag rela memperjuangkan kepentingan rakyat banyak di atas kepentingannya sendiri. “

 

Sumber referensi :

Suryanegara, A. M. 2009. Api Sejarah 1. Bandung, Salamadani.

Suryanegara, A. M. 2010. Api Sejarah 2. Bandung, Salamadani.

http://www.itsmeirfan.blogspot.com/peran-pemuda-dan-mahasiswa-terhadap-kemajuan-bangsa.htm

(Diakses tanggal 8 Juli 2012 pukul 11.45 WIB)

http://www.google.com/search/posisi-potensi-dan-peran-mahasiswa.htm (Diakses tanggal 8 Juli 2012 pukul 11.48 WIB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s